Senangnya anak-anak bertemu dengan nenek-nya.
Awalnya saya me"nenek"kan untuk anak2, namun menjadi kebiasaan yang pada akhirnya saya memanggil ibu dengan panggilan nenek juga. Hehee....
Liburan sekolah sekarang, kita isi dengan berkunjung ke rumah nenek....selain tidak melewati daerah-daerah yang macet, tempat tinggal-nya sejuk dan asri 😍😙.
Dan ini salah satu jalan menuju ke rumah nenek di daerah Cimaung. Jalan ini bukan jalan provinsi, namun lumayan lebar untuk bisa dilewati kendaraan beroda empat. Kami sempatkan untuk berwefie ria katena jalannya belum ramai dan masih sepi.
Terbayang sejuknya di perjalanan kami bukan ?
Oia, kita pergi ber-empat terdiri dari saya, adik dan kedua anakku.
Karena melewati tempat atau daerah yang jarang sekali anak-anak lihat, maka di sepanjang perjalanan anak2 sangat excited. Menanyakan banyak hal seperti itu pohon apa, itu hewan apa, dan masih banyak yang lainnya.
Sesampainya di rumah nenek, banyak kegiatan yang kami lakukan. Salah satunya bercocok tanam. Berhubung halaman yang cukup luas, dengan leluasa kami bisa menanam beberapa tanaman seperti tomat, cabe, dan yang lainnya.
Saya bertugas menggali tanah untuk penanaman benihnya, Shabrina (9tahun) bertugas memasukkan benih, adik (tante anak2) mengubur kembali benih dengan tanah, Shalman (3 tahun) hanya bermain main tanah dan berburu cacing 😆😅 sedangkan nenek menyiapkan makanan kesukaan kami.
Dari kegiatan tersebut, banyak sekali manfaat yang kami dapat terutama untuk si kecil. Si kecil semakin akrab hubungannya dengan nenek-nya, secara otomatis saya dan adik semakin dekat dengan ibu. Si kecil juga terstimulasi karena melihat dan mengalami sesuatu yang baru, sehingga dari kosakata dan pembendaharaan kalimat semakin banyak dan semakin pintar.
Merasa cape seuai berkebun, kami makan dengan lahap sajian nenek. Menikmati menu yang disajikan mengingatkanku dan adikku akan masa kecil. Masa2 masih berkumpul bersama. Aaah...rasanya waktu sangat cepat berlalu. Dulu ibu berkumpul hanya dengan anak2, sekarang dengan cucu-cucunya.
Sebelum pulang, tak lupa kami menngabadikan momen kebersamaan kami. Tetap seru dan menyenangkan walau semua anggota keluarga tidak ikut kumpul karena ada keperluan yang tidak dapat ditinggalkan.
Ini dia fotonya....pada serius amat ya 😄
Rasanya kami betah untuk berlama-lama tinggal disini.
Mama....semoga sehat selalu ya 😊
#SGMEksplor
#GenerasiMaju
#MombassadorSGMEksplor
Aku Anak SGM
Minggu, 30 Desember 2018
Sabtu, 15 Desember 2018
Manfaat anak bermain sendiri di rumah
Saat anak bermain sendiri, mereka mendapatkan banyak pengalaman yang berharga dan penting untuk proses tumbuh kembangnya. Anak yang bermain sendiri mengharuskan mereka untuk melakukan segala sesuatunya sendiri. Misalnya, memasang lego, puzzle dan lain sebagainya.
Kemandirian mengajari anak bahwa orangtua atau orang terdekatnya tidak selalu akan membantunya setiap saat sehingga anak mau tak mau harus mengandalkan kemampuan dirinya sendiri.
Selain kemandirian, membiarkan anak main sendiri memungkinkan ia untuk mengembangkan ide-ide kreatif dan berusaha untuk membuat imajinasinya menjadi nyata. Tentu ini akan membantu kita sebagai orang tua untuk meningkatkan kreativitas anak.
#SGMEksplor
#GenerasiMaju
#MombassadorSGMEksplor
Aku Anak SGM
Kemandirian mengajari anak bahwa orangtua atau orang terdekatnya tidak selalu akan membantunya setiap saat sehingga anak mau tak mau harus mengandalkan kemampuan dirinya sendiri.
Selain kemandirian, membiarkan anak main sendiri memungkinkan ia untuk mengembangkan ide-ide kreatif dan berusaha untuk membuat imajinasinya menjadi nyata. Tentu ini akan membantu kita sebagai orang tua untuk meningkatkan kreativitas anak.
Saat ditinggal bermain sendiri, anak akan cenderung berusaha untuk memecahkan masalah. Misalnya, saat anak bermain puzzle. Permainan ini merangsang anak untuk berpikir, memecahan masalah, dan melakukan tindakan supaya puzzle tersebut tersusun lengkap.
Meningkatkan kemampuan anak dalam memecahkan masalah membantu anak untuk mengendalikan diri dan emosi. Anak akan terbiasa untuk berpikir dulu sebelum melakukan sesuatu atau tidak ceroboh.
Sementara anak main sendiri, kita tentu bisa memanfaatkan waktu untuk beristirahat atau mengerjakan hal lainnya.
Meski begitu, bukan berarti jadi cuek lepas tangan begitu saja, ya bunda....Sesekali tengok kondisi anak yang sedang bermain sendirian atau awasi dari jarak yang cukup jauh namun memungkinkan kita untuk tetap sigap menghampirinya ketika dibutuhkan.
#SGMEksplor
#GenerasiMaju
#MombassadorSGMEksplor
Aku Anak SGM
Minggu, 09 Desember 2018
Manfaat buah belimbing untuk keluarga
Buah belimbing (Averrhoa carambola) merupakan buah tropis berwarna kuning keemasan dengan bentuk bintang dan memiliki rasa yang khas. Tidak ribet dalam mengkonsumsi belimbing, tak perlu dikupas. Cukup dicuci bersih dan dipotong sesuai selera, lalu bisa dinikmati. Bisa dibuat jus, salad atau dinikmati begitu saja.
Selain rasa dan bentuk yang khas, belimbing memiliki segudang manfaat. Salah satunya karena sifat antioksidannya, mengkonsumsi buah ini dapat membantu menghilangkan racun dari tubuh, membantu sistem kekebalan tubuh dalam menjaga dari risiko terkena kanker.
Meminum atau memakan buah belimbing dan menelannya secara perlahan dapat mencegah dan mengatasi infeksi mulut dan tenggorokan.
Ada juga manfaat dari campuran jus belimbing dan madu juga dapat membantu mencegah dan mengatasi kencing batu.
Fungsi utama dari jus tersebut yaitu:- Menurunkan tekanan darah- Mencegah dan mengobati sariawan- Mengencerkan dahak.
Fungsi utama dari jus tersebut yaitu:- Menurunkan tekanan darah- Mencegah dan mengobati sariawan- Mengencerkan dahak.
Waah banyak sekali ya manfaat belimbing buat kita.
Tanaman buah belimbing dapat tumbuh dengan optimal pada dataran rendah dengan ketinggian maksimal 500 m diatas permukaan air laut. Belimbing menyukai tempat terbuka dan mendapatkan asupan sinar matahari yang memadai, tetapi masih toleran terhadap naungan dengan intensitas penyinaran 45 – 50 %. Untuk pertumbuhan optimal dibutuhkan keadaan angin yang tidak terlalu kencang karena dapat menyebabakan gugurnya bunga dan bunga. Dalam keadaan normal pohon belimbing mampu mencapai tinggi hingga 5 meter dan dapat diperpendek dengan melakukan pemangkasan. Pembudidayaan tanaman buah belimbing di lahan atau pekarangan dapat mulai produkstif pada umur 2-5 tahunan, sedangkan pada pembudidayaan di dalam pot, tanaman ini dapat mulai berbunga dan berbuah pada umur 6-8 bulan. Tidak heran jika belimbing manis cocok di tanaman di lahan pekarangan.
Tanaman buah belimbing dapat tumbuh dengan optimal pada dataran rendah dengan ketinggian maksimal 500 m diatas permukaan air laut. Belimbing menyukai tempat terbuka dan mendapatkan asupan sinar matahari yang memadai, tetapi masih toleran terhadap naungan dengan intensitas penyinaran 45 – 50 %. Untuk pertumbuhan optimal dibutuhkan keadaan angin yang tidak terlalu kencang karena dapat menyebabakan gugurnya bunga dan bunga. Dalam keadaan normal pohon belimbing mampu mencapai tinggi hingga 5 meter dan dapat diperpendek dengan melakukan pemangkasan. Pembudidayaan tanaman buah belimbing di lahan atau pekarangan dapat mulai produkstif pada umur 2-5 tahunan, sedangkan pada pembudidayaan di dalam pot, tanaman ini dapat mulai berbunga dan berbuah pada umur 6-8 bulan. Tidak heran jika belimbing manis cocok di tanaman di lahan pekarangan.
#SGMEksplor
#GenerasiMaju
#MombassadorSGMEksplor
Jumat, 30 November 2018
Ketika bunda harus bekerja kembali
Sebuah beban mental yang berat ketika saya memutuskan untuk bekerja kembali. Kegiatan keseharian menemani anak-anak, bermain, kini perlahan harus saya tinggalkan jika bertemu hari Senin sampai Jumat.
Setelah resign 7tahun yang lalu, banyak hal yang membuat saya berfikir kembali untuk bekerja. Salah satunya ingin membahagiakan anak-anak. walaupun disisi lain ketika kita meninggalkan anak-anak untuk bekerja, bukannya bahagia namun luapan rasa sedih dan ga tega selalu menyelimuti.
Belum lagi akan terjadi double kerjaan....ya kerjaan di kantor juga kerjaan di rumah yang seringkali masih belum beres. Duh....
Saya simpan dulu curhatnya, hehe...
Karena kali ini saya ingin share tips bekerja dengan tenang walau harus meninggalkan anak di rumah, pastinya sesuai pengalaman saya saat ini.
Dan ini beberapa tips saya agar anak tenang selama bunda bekerja,
1. Memiliki Mindset Positif
Tidak dipungkiri lagi, saya sering menangis di dalam hati ketika meninggalkan anak-anak untuk mencari nafkah. Sebagai solusinya, saya menerapkan sebuah pikiran positif yang memotivasi. Berfikir walau berat yang saya lakukan adalah demi memberi masa depan terbaik untuk anak-anak. Lebih baik bersusah sekarang dari pada menyesal di kemudian hari.
2. Serahkan pada pengasuh
Saat ini saya merasa lega karena yang mengasuh anak-anak adalah suami saya sendiri, ayahnya mereka. Karena suami wirausaha di rumah, jadi masih memiliki dan bisa mengatur waktu untuk bersama anak. Meski tidak setelaten seorang ibu, kekhawatiran berkurang dikala harus beraktifitas diluar.
Jika harus bersama pengasuh, mungkin sebaiknya pantau keadaan pengasuh dan anak melalui telepon. Atau dengan memasang kamera cctv jika ingin lebih waspada.
3. Tujuan sebagai Role Model
Saya bisa menunjukkan bahwa ibu mereka adalah seseorang yang berprestasi dan tangguh. Saat anak-anak dewasa mungkin akan menjadi contoh atau role model buat mereka.
4. Mengendarai Kendaraan Motor Sendiri
Dengan mengendarai kendaraan motor sendiri, waktu di perjalanan menjadi lebih cepat. Cepat sampai tujuan juga bilamana jam pulang tiba, maka bisa dengan cepat tanpa harus menunggu kendaraan umum yang selalu standbye menunggu para penumpang.
5. Pasrah kepada sang Pencipta
Selama kita masih bisa berusaha dan mendapatkan jalan mencari rejeki untuk kebahagiaan anak, percaya kalau anak ada yang melindungi. Jadi segalanya kita pasrahkan kepada-Nya, manusia hanya bisa berencana namun Dia Yang Maha Menentukan.
Sebagai seorang ibu bekerja pun tak usah khawatir akan melewatkan momen berharga bersama anak, karene ada saatnya hari libur walaupun singkat namun kebersamaan dengan si kecil menjadi semakin berkualitas.
So, semangat ya buat para ibu bekerja :)
#SGMEksplor
#GenerasiMaju
#MombassadorSGMEksplor
Setelah resign 7tahun yang lalu, banyak hal yang membuat saya berfikir kembali untuk bekerja. Salah satunya ingin membahagiakan anak-anak. walaupun disisi lain ketika kita meninggalkan anak-anak untuk bekerja, bukannya bahagia namun luapan rasa sedih dan ga tega selalu menyelimuti.
Belum lagi akan terjadi double kerjaan....ya kerjaan di kantor juga kerjaan di rumah yang seringkali masih belum beres. Duh....
Saya simpan dulu curhatnya, hehe...
Karena kali ini saya ingin share tips bekerja dengan tenang walau harus meninggalkan anak di rumah, pastinya sesuai pengalaman saya saat ini.
Dan ini beberapa tips saya agar anak tenang selama bunda bekerja,
1. Memiliki Mindset Positif
Tidak dipungkiri lagi, saya sering menangis di dalam hati ketika meninggalkan anak-anak untuk mencari nafkah. Sebagai solusinya, saya menerapkan sebuah pikiran positif yang memotivasi. Berfikir walau berat yang saya lakukan adalah demi memberi masa depan terbaik untuk anak-anak. Lebih baik bersusah sekarang dari pada menyesal di kemudian hari.
2. Serahkan pada pengasuh
Saat ini saya merasa lega karena yang mengasuh anak-anak adalah suami saya sendiri, ayahnya mereka. Karena suami wirausaha di rumah, jadi masih memiliki dan bisa mengatur waktu untuk bersama anak. Meski tidak setelaten seorang ibu, kekhawatiran berkurang dikala harus beraktifitas diluar.
Jika harus bersama pengasuh, mungkin sebaiknya pantau keadaan pengasuh dan anak melalui telepon. Atau dengan memasang kamera cctv jika ingin lebih waspada.
3. Tujuan sebagai Role Model
Saya bisa menunjukkan bahwa ibu mereka adalah seseorang yang berprestasi dan tangguh. Saat anak-anak dewasa mungkin akan menjadi contoh atau role model buat mereka.
4. Mengendarai Kendaraan Motor Sendiri
Dengan mengendarai kendaraan motor sendiri, waktu di perjalanan menjadi lebih cepat. Cepat sampai tujuan juga bilamana jam pulang tiba, maka bisa dengan cepat tanpa harus menunggu kendaraan umum yang selalu standbye menunggu para penumpang.
5. Pasrah kepada sang Pencipta
Selama kita masih bisa berusaha dan mendapatkan jalan mencari rejeki untuk kebahagiaan anak, percaya kalau anak ada yang melindungi. Jadi segalanya kita pasrahkan kepada-Nya, manusia hanya bisa berencana namun Dia Yang Maha Menentukan.
Sebagai seorang ibu bekerja pun tak usah khawatir akan melewatkan momen berharga bersama anak, karene ada saatnya hari libur walaupun singkat namun kebersamaan dengan si kecil menjadi semakin berkualitas.
So, semangat ya buat para ibu bekerja :)
#SGMEksplor
#GenerasiMaju
#MombassadorSGMEksplor
Jumat, 16 November 2018
Manfaat Berjalan Tanpa Alas Kaki Untuk Si Kecil
Para bunda yang biasanya khawatir atau bahkan marah jika melihat si kecil berjalan tanpa alas kaki di halaman rumah, kini ga harus seperti itu lagi.
Takut kotor atau karena si kecil nantinya akan tertusuk batu-batu tajam yang menjadi alasan bunda melarang si kecil berjalan ‘nyeker’.
Sebenarnya nih, bunda...... membiarkan anak berjalan tanpa alas kaki banyak manfaatnya juga lho.
Apalagi sekarang sudah banyak sekali taman-taman yang bersih, nyaman dan memiliki sarana berupa bebatuan khusus untuk berjalan tanpa alas kaki.
Nah, berikut manfaat yang bisa didapat jika si kecil berjalan tanpa alas kaki :
Takut kotor atau karena si kecil nantinya akan tertusuk batu-batu tajam yang menjadi alasan bunda melarang si kecil berjalan ‘nyeker’.
Sebenarnya nih, bunda...... membiarkan anak berjalan tanpa alas kaki banyak manfaatnya juga lho.
Apalagi sekarang sudah banyak sekali taman-taman yang bersih, nyaman dan memiliki sarana berupa bebatuan khusus untuk berjalan tanpa alas kaki.
Nah, berikut manfaat yang bisa didapat jika si kecil berjalan tanpa alas kaki :
1. Memperkuat Otot dan Ligamen Kaki Anak
Berjalan tanpa alas kaki memungkinkan si Kecil menginjak langsung ke tanah, tidak seperti jika menggunakan sepatu atau alas kaki lainnya. Hal ini memiliki dampak positif, terutama untuk kekuatan otot serta ligamen kakinya. Otot-otot itu terangsang secara langsung, sehingga dapat berkembang lebih optimal.
Berbeda dengan orang dewasa, si Kecil memiliki telapak kaki yang cenderung datar. Berjalan dengan kaki telanjang akan membantu membentuk lengkung alami pada telapak kaki si Kecil, sekaligus memungkinkan ia belajar menggunakan jari-jemarinya untuk mencengkram tanah. Dan secara tidak langsung si Kecil terbantu untuk melatih koordinasi otot kakinya secara alami, sehingga ia pun lebih kokoh saat menapak.
Berjalan tanpa alas kaki memungkinkan si Kecil menginjak langsung ke tanah, tidak seperti jika menggunakan sepatu atau alas kaki lainnya. Hal ini memiliki dampak positif, terutama untuk kekuatan otot serta ligamen kakinya. Otot-otot itu terangsang secara langsung, sehingga dapat berkembang lebih optimal.
Berbeda dengan orang dewasa, si Kecil memiliki telapak kaki yang cenderung datar. Berjalan dengan kaki telanjang akan membantu membentuk lengkung alami pada telapak kaki si Kecil, sekaligus memungkinkan ia belajar menggunakan jari-jemarinya untuk mencengkram tanah. Dan secara tidak langsung si Kecil terbantu untuk melatih koordinasi otot kakinya secara alami, sehingga ia pun lebih kokoh saat menapak.
2. Membuat Tulang Kaki si Kecil Lebih Kuat
Khususnya di usia batita, tekstur tulang kaki si Kecil masih cenderung lunak dan belum mengeras sepenuhnya, sehingga jika selalu mengurung kaki mungilnya di dalam sepatu yang kaku justru berisiko mencegah tulang berkembang dengan baik. Membiarkan si Kecil berjalan tanpa menggunakan alas kaki mendukung tulang si Kecil berkembang secara normal. Inilah yang kemudian membuatnya lebih kuat Bunda.
Khususnya di usia batita, tekstur tulang kaki si Kecil masih cenderung lunak dan belum mengeras sepenuhnya, sehingga jika selalu mengurung kaki mungilnya di dalam sepatu yang kaku justru berisiko mencegah tulang berkembang dengan baik. Membiarkan si Kecil berjalan tanpa menggunakan alas kaki mendukung tulang si Kecil berkembang secara normal. Inilah yang kemudian membuatnya lebih kuat Bunda.
3. Menyehatkan Saraf Kaki
Dibanding anggota tubuh lain, telapak kaki adalah bagian yang memiliki titik saraf terbanyak. Berjalan tanpa menggunakan alas kaki membuat titik-titik saraf penting pada kaki si Kecil mendapat tekanan-tekanan lembut yang menyerupai pijatan, lho. Jadi, bertelanjang kaki juga turut berdampak positif bagi kesehatan si kecil.
Dibanding anggota tubuh lain, telapak kaki adalah bagian yang memiliki titik saraf terbanyak. Berjalan tanpa menggunakan alas kaki membuat titik-titik saraf penting pada kaki si Kecil mendapat tekanan-tekanan lembut yang menyerupai pijatan, lho. Jadi, bertelanjang kaki juga turut berdampak positif bagi kesehatan si kecil.
4. Si Kecil Tumbuh dengan Postur Tubuh yang Lebih Baik
Membiarkannya lebih sering berjalan tanpa alas kaki adalah salah satu cara yang bisa dicoba. Ketika berjalan tanpa alas kaki membantu memperkuat otot dan ligamen kakinya. Hal ini berpengaruh kepada cara berdiri dan berjalannya. Si Kecil akan terbiasa berdiri dan berjalan dengan benar, sehingga postur tubuhnya pun terbentuk dengan bai.
Membiarkannya lebih sering berjalan tanpa alas kaki adalah salah satu cara yang bisa dicoba. Ketika berjalan tanpa alas kaki membantu memperkuat otot dan ligamen kakinya. Hal ini berpengaruh kepada cara berdiri dan berjalannya. Si Kecil akan terbiasa berdiri dan berjalan dengan benar, sehingga postur tubuhnya pun terbentuk dengan bai.
5. Si Kecil Mampu Berjalan dengan Lebih Mantap
Saat berjalan menggunakan alas kaki, si Kecil cenderung lebih sering menunduk sehingga kurang fokus memperhatikan medan di sekitarnya. Sebaliknya, saat berjalan tanpa alas kaki, ia akan lebih leluasa mengarahkan pandangannya ke depan dan tak melulu menunduk. Ia pun lebih mudah mengerem, berbelok, berputar, serta menyeimbangkan tubuh di saat-saat yang diperlukan. Hal ini berdampak positif bagi perkembangan motorik si kecil, membantu membangun kemampuan proprioseptif (kesadaran akan posisi tubuh), sehingga si Kecil mampu berjalan lebih mantap dan tumbuh menjadi anak yang gesit
Saat berjalan menggunakan alas kaki, si Kecil cenderung lebih sering menunduk sehingga kurang fokus memperhatikan medan di sekitarnya. Sebaliknya, saat berjalan tanpa alas kaki, ia akan lebih leluasa mengarahkan pandangannya ke depan dan tak melulu menunduk. Ia pun lebih mudah mengerem, berbelok, berputar, serta menyeimbangkan tubuh di saat-saat yang diperlukan. Hal ini berdampak positif bagi perkembangan motorik si kecil, membantu membangun kemampuan proprioseptif (kesadaran akan posisi tubuh), sehingga si Kecil mampu berjalan lebih mantap dan tumbuh menjadi anak yang gesit
Namun perlu bunda perhatikan, sebelum membiarkan si kecil berjalan tanpa alas kaki yaitu bunda harus selalu awasi si Kecil saat bermain. Pastikan tempat bermainnya bersih
dari berbagai “ranjau”, seperti kotoran hewan, pecahan beling atau batu-batu tajam.
Mengingat kebiasaan sederhana ini memiliki efek yang luar biasa, ayo lebih sering biarkan si Kecil melakukannya ya bund.
Salam hangat :)
Dan lengkapi kebutuhan nutrisi si kecil saat beraktifitas di luar rumah melalui susu UHT SGM Aktif.
SGM Aktif mengadaptasi kebaikan dari susu bubuk SGM Eksplor untuk melengkapi kebutuhan nutrisi anak ibu di luar rumah.
Tersedia dalam rasa:
- Coklat (110 ml)
- Stroberi (110 ml)
SGM Aktif mengadaptasi kebaikan dari susu bubuk SGM Eksplor untuk melengkapi kebutuhan nutrisi anak ibu di luar rumah.
Tersedia dalam rasa:
- Coklat (110 ml)
- Stroberi (110 ml)
Mengingat kebiasaan sederhana ini memiliki efek yang luar biasa, ayo lebih sering biarkan si Kecil melakukannya ya bund.
Salam hangat :)
#SGMEksplor
#GenerasiMaju
#MombassadorSGMEksplor
Langganan:
Postingan (Atom)
Pond's Pencerah Wajah Terbaik
Bismillahirrahmanirrahiim... Assalamualaikum wr.wb. Diawal kata aku mau perkenalkan diri dulu nih, nama saya Nurfitriyanti tapi biasa dipa...
-
Para bunda yang biasanya khawatir atau bahkan marah jika melihat si kecil berjalan tanpa alas kaki di halaman rumah, kini ga harus sepe...
-
Lelah mengiringiku hari ini, Hingga mengantarkan malamku terlelap bersama sepi. Namun ku terbangun lagi, teringat akan sebuah ekspre...
-
Bismillahirrahmanirrahiim Assalamualaikum wr.wb. Kali ini tema bahasan masih seputar Mombassador SGM Eksplor nih. Karena betapa banyaknya ...





